Dulu Anti Masjid, Sekarang Mantan Politisi Swiss Ini Rajin Ke Masjid

shares |

Loading...

Politisi Swiss, Daniel Streich, pernah terkenal karena penentangannya terhadap masjid di negaranya. Kini ia telah memeluk agama yang dulu pernah dia caci maki.

Daniel Streich dulu adalah anggota dari Partai Rakyat Swiss (SVP/Schweizerische Volkspartei). Sebagai seorang politisi terkenal, Streich memimpin seruan untuk melarang menara masjid di seluruh Swiss. Ia aktif dalam membangun sentimen anti-Muslim di seluruh Swiss. Kampanye yang berkelanjutan ini menyebabkan dia diberi posisi peringkat tinggi di Swiss Army.

Pelarangan Menara Masjid Di Swiss dan Daniel Streich

Streich dahulu adalah seorang anggota penting dari Partai Rakyat Swiss (SVP). Hal ini bisa dilihat dari pengaruhnya terhadap pembuatan kebijakan partai, di mana ia selalu memiliki peran penting. Gerakan anti menara masjid bertujuan untuk mendapatkan perhatian dan kepentingan politik. Ia memenangkan slot instruktur militer di Swiss Army karena popularitasnya.

Proses Memeluk Islam Daniel Streich

Streich berusaha untuk memahami Al Quran dan ajaran Islam untuk berargumen terhadap umat Islam, dengan kata lain ia belajar Islam pada mulanya untuk mengetahui kelemahan Islam. Alhamdulillah, meski niat awalnya untuk mengetahui kelemahan Islam, namun yang ia dapatkan justru ia mulai setuju dan mengakui kebenaran Al Quran pada tahun 2009.

Lahir di sebuah keluarga Kristen, Streich melakukan studi komprehensif mengenai Islam semata-mata untuk memfitnah umat Islam, tapi ajaran Islam memiliki dampak yang mendalam pada dirinya. Akhirnya ia keluar dari kegiatan politik dan memeluk Islam. Streich telah menyebut kegiatan SVO terhadap Muslim sebagai ajaran setan.

Kisah Streich ini pertama kali muncul dalam harian berbahasa Inggris, Tikkun Daily, pada 4 Desember 2009, sebagai bagian dari liputan internasional pada hasil referendum pelarangan menara masjid di Swiss. Cerita lain tentang kehidupan Steich muncul di situs surat kabar Pakistan The Nation pada tanggal 30 Januari 2010. Streich digambarkan sebagai politikus Swiss papan atas yang telah aktif terlibat dalam propaganda anti-Muslim. Namun ia melihat kesalahannya dan kemudian masuk Islam.

Dulu, Streich sering meluangkan waktu membaca Alkitab dan pergi ke gereja, tapi sekarang ia membaca Al Quran dan melakukan shalat lima waktu setiap hari. Saat ini aktivitas Streich banyak berfokus pada kampanye kedamaian dan toleransi beragama dan menentang pelarangan menara masjid yang dulu ia lakukan.

Loading...

MENARIK LAINNYA