Kena Hipnotis, Pria Paruh Baya Ini Harus Kehilangan Uang 60 Juta, Aksinya Terekam CCTV, Bantu Sebarkan

shares |

Loading...

Pelaku kejahatan di era modern ini memang kerap menggunakan segala cara untuk memuluskan aksinya. Salah satu cara yang sering mereka gunakan adalah dengan Hipnotis. Baru-baru ini seorang pria paruh baya harus menerima kenyataan pahit dan menjadi korban dari pelaku yang menggunakan hipnotis dan kehilangan uang 60 juta .

Dari lama akun facebook bernama Fuadul Aufa As Upay yang tak lain adalah anak korban mengatakan jika pelaku merupakan komplotan yang berjumlah empat orang yang awalnya hanya berpura-pura menanyakan alamat kepada korban.

Dalam akunnya Fuadul Aufa As Upay berharap agar kejadian ini tidak terulang lagi dan pelaku bis segera di ringkus..

berikut postingan lengkapnya :

MOHON BANTU SEBARKAN...
Bagi Yang Mengenali Wajah Di Video ini Pria Kemeja Biru Adalah Pelaku Kejahatan Hipnotis Agar Segera Ditangkap! Supaya Tidak Ada lagi Korban2 Berikutnya.

Korban adalah Ayah Saya Memakai Kemeja Batik Yang Telah Diperdaya Oleh Pelaku. Mohon Bantu Disebarkan.  Agar Pelaku Segera Ditangkap

TKP : KCP Bank BRI Pondok Jagung, Serpong Utara. Tangerang Selatan

Ditanggal 16 Sept 2017 ada sepenggal kisah pilu yang menimpa orangtua saya. Begini alur ceritanya. Sekitar Ba'da Dzuhur Orang Tua saya berniat memenuhi undangan Pernikahan tetangga rumah dikomplek Kunciran Indah.

Kira2 tepatnya sebelum Arah pasar bengkok, yang tidak jauh dari Komplek dimana orangtua saya tinggal. Sepulangnya dari sana orangtua saya berniat memberhentikan Angkot untuk menuju kembali kerumah.

Tiba2 ketika berdiri menunggu angkot datang ada seorang pria dewasa yang mengaku bernama Toni yang menghampiri sekaligus menepuk pundak orangtua saya berniat bertanya kepada orangtua saya. Pak saya mau tanya tau alamat RS. Sintanala Tangerang? Orangtua saya pun langsung memberikan arah jalan menuju RS tersebut.

Kemudian Toni menawarkan tumpangan kepada orangtua saya untuk pulang bersama-sama dengan alasan kan kita satu arah. Orangtua sayapun langsung menolak dan tidak usah merepotkan saya bisa ko pulang sendiri. Tak lama kemudian ada sebuah mobil Avanza Silver menghampiri Toni dan tangan orangtua saya pun langsung digandengnya untuk masuk kedalam mobil yang ternyata sudah ada ketiga rekan dr Toni yang sudah menunggu.

Karena sudah kena tepukan dipundaknya.Ketika Didalam Mobil Orangtua saya pun diiming-imingi mendapat Hadiah Besar dengan catatan bapak harus segera menyiapkan dana untuk menebus hadiah tersebut dan orangtua saya juga dipeluk dan diciumi oleh temannya Toni.

Mungkin karena sudah masuk perangkap orangtua sayapun sudah tidak sadar lagi. Selanjutnya diantarlah orangtua saya pulang kerumah sekaligus Toni memerintahkan orangtua saya untuk mengambil ATM dan Buku Tabungan dirumah untuk pergi ke Bank BRI guna mencairkan uang tebusan untuk hadiah yang diiming-imingi oleh temannya Toni.

Sekitar pukul 13.00 WIB orangtua sayapun tiba di Bank BRI Pondok Jagung didampingi langsung oleh si Toni dan diarahkan langsung ke teller Bank untuk menguras semua tabungan orangtua saya. Dari rekaman CCTV yang kami dapatkan dr pihak Bank BRI tersebut, setelah transaksi selesai dengan jelas Toni telah mengambil uang senilai Rp. 61.241.395 yang diberikan oleh teller.

Orangtua sayapun hanya bisa melihat dan mengikuti semua perintah si Toni. Setelah itu orangtua sayapun diajak muter2 dan pada akhirnya berhenti di sebuah Swalayan Sebut saja Giant namanya,Orangtua saya pun diarahkan untuk membeli buah yang katanya untuk oleh-oleh keluarga dirumah. Satu dari temannya Toni mengantarkan kedalam untuk membeli buah.

Dan kemudian Temannya Toni bilang ke orangtua saya untuk izin ke toilet dan setelah lama ditunggu-tunggu. Temannya Toni tidak kunjung datang. Dan setelah menunggu lama kemudian orangtua saya pun baru sadar bahwa dia telah memberikan uang yang baru diambilnya di Bank BRI kepada Toni beserta komplotannya.

Fuadul Aufa As Upay Jakarta, 19 September 2017

Loading...

MENARIK LAINNYA