Masya Allah, Quran Jadi Pengobat Sedih Remaja Tuna Netra Ini

shares |

Loading...

Amzar Haziq Fauzi, 13 tahun terlahir dalam kondisi buta. Meski demikian, ada kelebihan di balik kekurangannya itu.

Ternyata, dia pandai melantunkan bacaan Alquran dengan suara merdu. Bahkan, Amzar menjuarai beberapa lomba bacaan Alquran tingkat nasional di Malaysia.

Ayahnya, Md Fauzi Noor, mengaku sempat remuk perasaanya melihat putranya mengalami kecacatan sejak lahir. Tetapi, dia berpikir keras tentang kondisi masa depan putranya kelak.

" Ketika melihatnya pertama kali, ada yang aneh di matanya. Dokter memberi tahu anak saya buta," kata Fauzi kepada laman Harian Metro Malaysia.

Tetapi, atas saran dan dorongan dokter yang merawat Amzar, dia mulai memunculkan pikiran positif.

Belajar Mengaji Dengan Mendengar Radio

Pikiran Fauzi mulai terbuka. Kejadian itu bermula saat Amzar kerap mendengar bacaan Alquran dan ceramah agama di televisi dan radio ketika berada di rumah di Kampung Pertama, Malaysia.

Saat itu pula anak-anaknya mulai tertarik membaca Alquran dan mendengarkan ceramah dari ustaz.

" Dia cepat menghafal dan mudah mengingat percakapan sehingga mampu meniru bacaan Alquran yang dialunkan qari profesional," ucap Fauzi bercerita.

Sejak saat itu, Fauzi dan istri, Rossuhaizura Saimi, mulai memberi dorongan dan dukungan kepada Amzar. Di usia enam tahun, Amzar diberikan bekal mempelajari Alquran, sebelum akhirnya bersekolah di Sekolah Luar Biasa Alma, Bukit Mertajam.

Membaca Alquran untuk Mengobati Kesedihan

" Di sekolah itu, dia mulai belajar ilmu akademik dan mendalami cara membaca Alquran Braille sebelum dibawa bergabung beberapa tilawah Alquran," katanya.

Amzar mengatakan dorongan serta bantuan orang terdekat membuatya mudah mempelajari Alquran. Saat ini dia sedang berusaha menghafal 30 juz Alquran.

Di sekolah, Amzar kerap mendapat perlakuan intimidatif dari rekan-rekannya. Kekurangan yang dialaminya kerap menjadi bahan olok-olokan.

" Beberapa tidak menyukai kecacatan saya, tapi banyak yang masih ingin berteman denganku. Saya tidak marah kepada mereka, namun untuk mengobati kesedihan, saya membaca Alquran," kata Amzar.
Loading...

MENARIK LAINNYA