Pernah Jual Nasi Padang, Halimah Yacob Jadi Presiden Muslimah Dan Berhijab Pertama Singapura

shares |

Loading...

Mantan Ketua Parlemen Singapura, Halimah Yacob, secara resmi ditetapkan sebagai presiden di negara tersebut. Halimah menjadi presiden perempuan pertama di Negeri Singa itu dan memperoleh sertifikat kelayakan, mengalahkan empat kandidat lain yang tidak memenuhi kriteria untuk ikut pencalonan.

Penetapan jabatan presiden mengundang perhatian tidak hanya di Singapura tetapi juga dunia. Pasalnya, selama ini, belum ada orang Muslim Melayu yang menempati jajaran teratas dari daftar kepemimpinan di Singapura. Namun kini, Halimah yang merupakan anggota minoritas dengan etnis tersebut ditetapkan menjadi presiden.

Dilansir dari laman Reuters, Selasa (12/9), pengalaman Halimah sebagai pembicara di parlemen membantunya dalam memenuhi syarat dalam peraturan pencalonan. Pemilihan Halimah juga dimaksudkan untuk memperkuat rasa inklusivitas di negara multikultural tersebut.

Saat ditanya tujuan utamanya mengikuti pemilihan umum, tanpa ragu Halimah menjawab, "Saya ingin melayani rakyat Singapura dan negara ini. Itu tujuan utama saya tak ada yang lain".

Saat ini, Halimah sedang mempersiapkan diri untuk pengukuhan presiden yang akan dilakukan Rabu (13/9)

Pernah Jualan Nasi Padang

Dilansir dari laman Straits Times, Selasa (12/9), perjalanan karir Halimah untuk menjadi presiden tidak dilaluinya dengan mudah. Dia juga mengalami masa-masa sulit bersama dengan keluarganya.


Wanita yang lahir di Queen Street tersebut merupakan anak terakhir dari lima bersaudara. Dia dilahirkan dari orangtua keturunan Melayu. Pada tahun 1962, ayahnya yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga keamanan meninggal dan tugas mencari nafkah otomatis digantikan oleh sang ibu.

Ibu Halimah berjualan nasi padang menggunakan gerobak dorong di sekitar jalan Shenton untuk menghidupi anak-anaknya sebelum akhirnya membeli sebuah kios jajanan. Halimah yang saat itu masih berusia 8 tahun sering ikut membantu ibunya bersih-bersih, mencuci piring, membersihkan meja, hingga melayani pelanggan.

Halimah bersekolah di Singapore Chinese Girls School. Dia menjadi satu dari sedikit murid keturunan Melayu di sana. Dia lalu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi Singapura dan mengambil jurusan hukum.

Setelah lulus, Halimah bergabung dengan National Trades Union Congress (NTUC) sebagai pegawai di bidang legal. Dia menghabiskan waktu 30 tahun di sana sebelum akhirnya ditunjuk menjadi wakil sekretaris jenderal.

Halimah kemudian terjun ke dunia politik atas desakan Perdana Menteri Goh Chok Tong. Dia pernah dinominasikan dan memenangkan empat pemilihan umum sejak masuk ke dunia politik, seperti kursi di Jurong GRC dan Marsiling-Yew Tee GRC.

Karir Halimah di bidang politik berkembang dengan pesat. Pada 2011 dia ditunjuk sebagai Menteri Negara di Kementerian Pengembangan Masyarakat, Pemuda dan Olahraga. Kemudian pada 2013, dia ditunjuk sebagai perempuan pertama Ketua Parlemen Singapura.

Pada 2017, Halimah memberanikan diri maju dalam pemilihan presiden dan memenangkan jabatan tersebut pada 11 September. Kini Halimah sedang mempersiapkan diri untuk pengukuhan presiden yang akan dilakukan Rabu (13/9).

Saat ditanya tujuan utamanya mengikuti pemilihan umum, tanpa ragu Halimah menjawab, "Saya ingin melayani rakyat Singapura dan negri ini. Itu tujuan utama saya tak ada yang lain"
Loading...

MENARIK LAINNYA