Coba Perhatikan Bentuk Kepala Bayi atau Ponakan Anda, Waspadalah Jika Bentuk KEPALANYA DATAR

shares |

Loading...

SEORANG bayi laki-laki dengan kepala datar, atau di Indonesia kerap disebut kepala peang, mulai pulih berkat helm khusus, yang membentuk tengkoraknya tumbuh ke dalam bentuk normal.

Dilansir dari Dailymail, Selasa (23/12/2014), bayi enam bulan yang bernama Freddie Summersgill, didiagnosis dengan sindrom kepala datar, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan keningnya menonjol keluar karena bagian belakang tengkoraknya tertekan dan menjadi lebih datar.

Keluarganya berhasil memperbaiki kondisi ini dengan mengeluarkan 2 ribu pound sterling atau Rp39 juta untuk membuat helm dan bantal khusus untuk mengatasi kondisi tersebut, sehingga kepala Freddie dapat berkembang dalam bentuk normal.

Setelah memakai helm selama satu bulan, ukuran bagian kepala Freddie yang rata telah bertambah 7 milimeter. Ibu Freddie, Becci Oram mengatakan, ini menunjukkan perkembangan yang baik dari saat pertama kali ia melihat perubahan bentuk kepala anaknya saat masih berusia dua bulan.

Awalnya ia diberi tahu bahwa kondisi ini tidak mengkhawatirkan. Namun, saat usia empat setengah bulan, bentuknya semakin buruk saat telinga Freddie mulai miring dan dahinya semakin menonjol keluar. Hingga akhirnya Oram memutuskan untuk memeriksakan anaknya lebih lanjut ke dokter.

Bayi Freddie Summersgill mengenakan helm khusus kepala datar. (Foto: Dailymail)

Kondisi ini secara medis dikenal sebagai sindrom kepala datar, yang memiliki dua jenis, yaitu plagiocephaly dan brachycephaly. Hal ini dapat terjadi saat bayi sedang mengalami pertumbuhan tulang tengkorak hingga usia beberapa bulan setelah kelahiran. Posisi tidur dengan punggung dapat membuat tulang tengkorak yang lunak menjadi gepeng.

Plagiocephaly adalah jenis yang paling umum dan terjadi ketika kepala gepeng di satu sisi, sehingga menyebabkannya terlihat asimetris dan terdistorsi. Misalnya, telinga dapat sejajar dan jika dilihat dari atas kepala, tampak seperti jajar genjang.



Sementara brachycephaly adalah ketika bagian belakang kepala menjadi rata, menyebabkan kepala melebar. Terkadang bagian depan tengkorak akan menonjol keluar. Sindrom ini dapat terjadi saat bayi masih di dalam rahim. Ini juga lebih sering terjadi pada bayi yang lahir prematur.

Sebuah penelitian yang dilakukan para ahli dari George Institute for Global Health, University of Sydney telah menunjukkan hasil yang cukup mencengangkan mengenai bentuk kepala bayi. Penelitian itu menunjukkan bagaiamana perkembangan seorang bayi yang dilihat dari bentuk kepalanya.

orang tua dihimbau agar memperhatikan bentuk kepala bayi untuk mengetahui tumbuh kembangnya kelak. Hal itu dilakukan, karena bentuk kepala bayi sangat berpengaruh terhadap perkembangan bayi, terutama aspek keterampilan motorik.



Bagi bayi yang kepalanya datar, sebagian besar mengalami pertumbuhan yang terhambat. Keterampilan motorik yang paling sering terhambat adalah kemampuan duduk dan merangkak. Setelah itu, biasanya diikuti juga dengan terlambat bicara.

"Kalau Ibu memerhatikan bentuk kepala si kecil terlihat datar, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk diperiksa apakah dibutuhkan terapi tertentu," ujarnya.

Hal lain yang bisa dilakukan Ibu adalah sering-sering menempatkan bayi dalam posisi berbeda saat dia bangun. Misalnya dengan digendong tegak, dipangku sambil ditopang dengan tangan, hingga berbaring miring.

Dengan begitu, posisi kepala bayi juga akan berpindah-pindah serta otot lehernya akan jadi semakin kuat. Ini bisa membantu mencegah bentuk kepala datar yang membuat bayi terlambat berkembang, serta memperbaiki kondisinya bila bentuk kepalanya sudah telanjur datar.
Loading...

MENARIK LAINNYA